Arsip untuk Laskar Dhuha kategori

Rahasia Sholat Dhuha

Posted in Laskar Dhuha on Maret 12, 2008 by kopral cepot

Alloh melapangkan rezeki bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan dia pula yang menyempitkan baginya. sesungguhnya Alloh Maha mengetahui segala sesuatu (QS. Al Ankabut:62)”

Ketika panas menjilat kulit adalah panas dari neraka dan ketika nafsu mendesak dalam dada adalah nafsu dari syaiton dan ketika gemulung rezeki yang mengitari empat arah adalah rezeki dari Alloh atau bahkan ketika rahmat , perlindungan , hidayah bukan lain hanya karena-Nya. Rasululloh S.A.W memerintahkan untuk mengambil air wudhu dan melakukan sholat dhuha, hal ini disebabkan karena panas yang ketika itu menyengat tubuh, nafsu kala itu mendesak hati kita, gemulung rezeki yang pada waktu itu mengitari kita , atau bahkan Alloh yang pada waktu dhuha dekat dengan kita memberikan peluang bagi hamba-Nya untuk meminta perlindungan dari panasnya api neraka juga dari bara nafsu yang kala itu mendesak kita dan meminta petunjuk agar dimudahkan rezeki dan disucikan rezekinya.
Alloh telah memfirmankan dalam Surat Ad Dhuha: ketika matahari naik sepenggalah dan apabila malam telah sunyi,Alloh akan dekat dengan hambanya. Alloh tidak akan meninggalkannya jika sang hamba mendekatkan diri kepada-Nya.
ada fadhilah dibalik waktu matahari naik sepenggalah itulah waktu Nur Ilahi memancarkan fadhilahnya bagi hamba yang mau membuka hati untuk menerima karunia-Nya. jadi sungguh tidak salah bila sholat dhuha lekat dengan ibadah/ritual pembuka untuk menjemput rezeki.

Dari hadist diriwayatkan oleh Abu Ya’la dar uqbah bin amir mengatakan Rasululloh S.A.W bersabda: barang siapa berdiri ketika matahari menampakkan diri lalu berwudhu dengan sempurna, kemudian melakuakn sholat dhuha dua rekaat, maka diampunilah segala dosanya. dia kembali bersih dari segala dosa sebagaimana ketika dilahirkan dari kandungan ibunya. (HR. Abu Ya’la)

Hadist di atas menjelaskan bahwa orang yang melakuakn sholat dhuha maka ia di ampuni segal dosanya dan kembali suci sebagaimana ketika dilahirkan dari kandungan ibunya. menadakan bahwa sholat dhuha merupakan sholat penebus dosa, sholat perlindungan dan sholatnya orang-orang bertaubat untuk kembali kepada Alloh. jadi dari pertimbangan ini maka amatalah jelas bahwa orbit yang ditimbulkan dari energi spiritual sholat dhuha amatlah besar, misalnya:

* dapat menghidari dari kemiskinan
* dapat merubah kesulitan menjadi kemudahan dalam mencari rezeki
* Alloh akan membuatkan istana di surga
* Alloh akan menghapus segala dosanya
* Alloh akan mencukupi segala kebutuhannya
* Alloh akan memberikan pintu khusus untuk masuk surga, dst.

(dari Abdillah Bam Jihad. Blogspot.com)

Kekuatan Sholat Dhuha

Posted in Laskar Dhuha on Maret 12, 2008 by kopral cepot

Abu Dzar r.a., dia berkata, Rasulullah SAW., bersabda, “Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada
sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir
adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah dan setiap nahi munkar adalah sedekah. maka, yang dapat
mencukupi hal itu hanyalah dua raka’at yang dilakukannya dari shalat dua.” ( HR.Ahmad, Muslim dan Abu Daud )

Doa shalat dhuha

Posted in Laskar Dhuha on Maret 12, 2008 by kopral cepot

Pada dasarnya doa setelah shalat dhuha dapat menggunakan do’a apapun. Doa yang biasa dilakukan oleh Rasulullah selepas shalat dhuha adalah :

“Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu”. “Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi , keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh”.
Kumpulan Shalat-Shalat Sunnat, Drs. Moh. Rifa’i, CV Toha Putra, Semarang, 1993

Keutamaan Shalat Dhuha

Posted in Laskar Dhuha on Maret 12, 2008 by kopral cepot
Dari Abu Dzarr radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda,
“Bagi masing – masing ruas dari anggota tubuh salah seorang diantara kalian harus dikeluarkan sedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh untuk berbuat baik pun sedekah dan mencegah kemungkaran juga sedekah. Dan semua itu bisa disetarakan ganjarannya dengan dua rakaat shalat Dhuha” (HR. Muslim no. 720)
Dari Abu Hurairah radhiyallaHu ‘anHu, ia berkata,
“Tidak ada yang memelihara shalat dhuha kecuali orang – orang yang kembali kepada Allah (awwaabiin)” (HR. Ibnu Khuzaimah II/228, al Hakim dalam al Mustadrak I/314 dan lainnya)
Hukum Shalat Dhuha,
Shalat dhuha pada waktu dhuha (pagi hari) merupakan hal yang baik lagi disukai (Majmuu’ al Fataawaa XXII/284 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah). Namun tidak ada riwayat yang menunjukkan kewajiban shalat dhuha.
Waktu Shalat Dhuha,
Waktu shalat dhuha dimulai sejak terbit matahari sampai zawal (condong). Dan waktu yang terbaik untuk mengerjakan shalat dhuha adalah pada saat matahari terik. Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda,
“Shalat awwaabiin (orang – orang yang kembali kepada Allah) adalah ketika anak – anak unta sudah merasa kepanasan” (HR. Muslim no. 748)
Jumlah Raka’at Shalat Dhuha,
Disyari’atkan kepada orang muslim untuk mengerjakan shalat dhuha dua, empat, enam, delapan atau dua belas raka’at berdasarkan hadits – hadits shahih dan hasan sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama.
Dari Abu Darda’ dan Abu Dzar radhiyallaHu ‘anHuma, dari Rasulullah ShallallaHu ‘alaihi wa sallam, Allah Ta’ala berfirman,
“Wahai anak Adam, ruku’lah untuk-Ku empat raka’at di awal siang, niscaya Aku mencukupimu di akhir siang” (HR. at Tirmidzi no. 475 dan Ahmad dalam al Musnad VI/440, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiih Sunan at Tirmidzi I/147)
Dari Anas bin Malik radhiyallaHu ‘anHu, ia berkata,
“Bahwa Nabi pernah mengerjakan shalat dhuha enam raka’at” (HR. at Tirmidzi no. 273, hadits ini shahih lighairiHi, lihat Irwaa-ul Ghalil II/216 oleh Syaikh al Albani)
Dari Ummu Hani radhiyallaHu ‘anHa, ia berkata,
“ … Selanjutnya Fathimah mengambilkan kain beliau dan menyelimutkannya ke beliau, setelah itu beliau shallallaHu ‘alaiHi wa sallam mengerjakan shalat dhuha delapan raka’at” (HR. al Bukhari no. 1176 dan Muslim no. 336)
Dari Abu Darda’ radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa mengerjakan shalat dhuha dua raka’at maka dia tidak ditetapkan termasuk orang – orang yang lengah. … Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas raka’at maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga” (HR. al Haitsami dalam Majma’uz Zawaa-id II/237, dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiih at Targhib wat Tarhiib I/279)
Maraji’ :
Meneladani Shalat – shalat Sunnah Rasulullah, Syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul, Pustaka Imam asy Syafi’i, Bogor, Cetakan Kedua, Rabi’ul Awal 1425 H/April 2004 M.

Shalat Sunnah Dhuha

Posted in Laskar Dhuha on Maret 12, 2008 by kopral cepot

Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : ” Allah berfirman : Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya ” ( HR.Hakim dan Thabrani ).

Cara Melaksakan Shalat Dhuha :

Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid ( tidak berjamaah ), caranya sebagai berikut:

  • > Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram

  • > “Aku niat shalat sunah Dhuha karena Allah”

  • > Membaca doa Iftitah

  • > Membaca surat al Fatihah

  • > Membaca satu surat didalam Alquran.Afdholnya rakaat pertama surat Asysyams dan rakaat kedua surat Allail

  • > Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali

  • > I’tidal dan membaca bacaanya

  • > Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali

  • > Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya

  • > Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali

  • > Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

Pengertian dan Penjelasan Shalat Sunat Tahajud, Dhuha, Istikhoroh, Tasbih, Taubat, Hajat, Safar

Posted in Laskar Dhuha on Maret 12, 2008 by kopral cepot

Persamaan Kata :
Shalat = Salat = Sholat = Solat
Sunat = Sunah
Tahajud = Tahajjud
Dhuha = Duha
Istikharah = Istikhoroh = Istikoroh
Safar = Shafar

Pada artikel ini akan dijelaskan pengertian shalat tahajud

1. Shalat Sunat Tahajud
Shalat sunat tahajud adalah shalat yang dikerjakan pada waktu tengah malam di antara shalat isya dan Shalat shubuh setelah bangun tidur. Jumlah rokaat shalat tahajud minimal dua rokaat hingga tidak terbatas. Saat hendak kembali tidur sebaiknya membaca ayat kursi, surat al ikhlas, surat al falaq dan surat an nas.

2. Shalat Sunat Dhuha
Shalat Dhuha adalah shalat sunat yang dilakukan pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga jam 10.00 waktu setempat. Jumlah roka’at shalat dhuha minimal dua rokaat dan maksimal dua belas roka’at dengan satu salam setiap du roka’at. Manfaat dari shalat dhuha adalah supaya dilapangkan dada dalam segala hal, terutama rejeki. Saat melakukan sholat dhuha sebaiknya membaca ayat-ayat surat al-waqi’ah, adh-dhuha, al-quraisy, asy-syamsi, al-kafirun dan al-ikhlas.

3. Shalat Sunat Istikhoroh
Shalat istikhoroh adalah shalat yang tujuannya adalah untuk mendapatkan petunjuk dari Allah SWT dalam menentukan pilihan hidup baik yang terdiri dari dua hal/perkara maupun lebih dari dua. Hasil dari petunjuk Allah SWT akan menghilangkan kebimbangan dan kekecewaan di kemudian hari. Setiap kegagalan akan memberikan pelajaran dan pengalaman yang kelak akan berguna di masa yang akan datang. Contoh kasus penentuan pilihan :
- memilih jodoh suami/istri
- memilih pekerjaan
- memutuskan suatu perkara
- memilih tempat tinggal, dan lain sebagainya
Dalam melakukan shalat istikharah sebaiknya juga melakukan, puasa sunat, sodakoh, zikir, dan amalan baik lainnya.

4. Shalat Sunat Tasbih
Shalat tasbih adalah solat yang bertujuan untuk memperbanyak memahasucikan Allah SWT. Waktu pengerjaan shalat bebas. Setiap rokaat dibarengi dengan 75 kali bacaan tasbih. Jika shalat dilakukan siang hari, jumlah rokaatnya adalah empat rokaat salam salam, sedangkan jika malam hari dengan dua salam.

5. Shalat Sunat Taubat
Shalat taubat adalah shalat dua roka’at yang dikerjakan bagi orang yang ingin bertaubat, insyaf atau menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukannya dengan bersumpah tidak akan melakukan serta mengulangi perbuatan dosanya tersebut. Sebaiknya shalat sunah taubat dibarengi dengan puasa, sodaqoh dan sholat.

6. Shalat Sunat Hajat
Shalat Hajat adalah shalat agar hajat atau cita-citanya dikabulkan oleh Allah SWT. Shalat hajat dikerjakan bersamaan dengan ikhtiar atau usaha untuk mencapai hajat atau cita-cita. Shalat sunah hajat dilakukan minimal dua rokaat dan maksimal duabelas bisa kapan sajadengan satu salam setiap dua roka’at, namun lebih baik dilakukan pada sepertiga terakhir waktu malam.

7. Shalat Sunat Safar
Shalat safar adalah solat yang dilakukan oleh orang yang sebelum bepergian atau melakukan perjalanan selama tidak bertujuan untuk maksiat seperti pergi haji, mencari ilmu, mencari kerja, berdagang, dan sebagainya. Tujuan utamanya adalah supaya mendapat keridhoan, keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT.

Berkah Shalat Dhuha (Resensi Buku)

Posted in Laskar Dhuha on Maret 12, 2008 by kopral cepot

Shalat dhuha, seperti telah dijelaskan oleh Rasulullah, merupakan amalan sunah yang memudahkan rezeki, mendapatkan pahala yang sebanding dengan pahala haji dan umrah, sebagai sedekah, penghapus dosa, sekalipun sebanyak buih di lautan, dibangunkan istana dari emas di surga, dan lain-lain.

Dhuha merupakan waktu istimewa. Bahkan Allah telah bersumpah dengan waktu dhuha ini dalam Al-Qur`an surat Adh-Dhuha yang berisikan pesan-pesan penting atau berita aktual yang hendak disampaikan agar manusia menelaah dan memerhatikannya, lalu dijadikan sebagai pelajaran hidup. Pada waktu ini, aktivitas manusia mulai berjalan dengan berbagai jenis pekerjaannya. Dan, pada waktu ini pula, Allah telah menganugerahkan shalat dhuha bagi hamba-Nya, sehingga manfaatnya benar-benar sangat berpengaruh terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Tidak hanya itu, mengamalkan shalat dhuha sangat banyak faedahnya, ada yang dirasakan secara langsung (instan) dan jangka panjang, sebagaimana dibahas di dalam buku Berkah Shalat Dhuha yang ditulis oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani ini.

Dalam buku yang diterbitkan WahyuMedia ini, selain membahas hal di atas, penulis juga membahas secara detil dan menyeluruh tentang shalat dhuha dan hal-hal yang berhubungan dengannya. Di antaranya, memberikan tuntunan bagaimana menjadi orang cerdas, baik fisikal, emosional intelektual maupun spiritual, sehat, dan dimudahkan segala urusan.

Selain itu, di dalam buku ini juga terdapat beberapa testimonial dari orang-orang yang selalu mengamalkan shalat dhuha. Mereka adalah para responden yang mendapatkan keajaiban, manfaat, mukjizat, dan hikmah shalat dhuha. Misalnya, kehidupan mereka jadi makmur, hatinya tenteram dan damai, mudah dalam setiap urusan, keluarga yang berkah, mendapatkan rezeki yang tak terduga, bisa naik haji, dan pikirannya lebih berkonsentrasi.

Dengan mengikuti pola hidup yang terdapat di dalam buku ini, seorang muslim akan mendapatkan pencerahan besar dalam hidupnya. Pekerjaannya akan menjadi penuh inovasi dan kemudahan-kemudahan. Langkah dan geraknya akan dinamis. Dan ini, hanya baru merupakan sebagian dari keberkahan yang diperoleh. Raihlah keberkahan-Nya melalui shalat dhuha ini!

Awali Pagi dengan Sholat Dhuha

Posted in Laskar Dhuha on Maret 12, 2008 by kopral cepot

Sebagian kita sudah tak asing lagi dengan sholat sunnah yang satu ini. Namun pengetahuan belum menunjukkan sebuah perbuatan: sebuah pengamalan dalam beribadah. Hal ini bisa jadi karena kita malas, tak punya waktu mengerjakannya, tidak tahu bagaimana cara melaksanakannya, tak tahu segenap keutamaannya (fadilah ) yang tersembunyi didalamnya.

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: ” Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :
a). agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan,
b). melakukan sholat dhuha dua raka’at dan
c). melakukan sholat witir sebelum tidur.” ( H.R. Bukhari & Muslim ).

Di hadits yang lain dikatakan bahwa Mu’azah al Adawiyah bertanya kepada Aisyah binti Abu Bakar r.a :” apakah Rasulullah SAW, melakukan sholat dhuha ?” Aisyah menjawab,” Ya, Rasulullah SAW melakukannya sebanyak empat raka’at atau menambahnya sesuai dengan kehendak Allah SWT. (H.R. Muslim,an-Nasa’i, at-Tirmizi, dan Ibnu Majah). Demikianlah hadits hadits tersebut meneguhkan ihwal kesunnahan sholat dhuha.

Status sunnah sholat dhuha di atas tentu saja tidak berangkat dari ruang kosong. Berdasarkan tinjauan agama, paling tidak beragam keutamaanya (fadilah ) yang bisa ditarik:

PERTAMA:
Sholat dhuha merupakan ekspresi terimakasih kita kepada Allah SWT, atas nikmat sehat bugarnya setiap sendi tubuh kita. menurut Rasulullah SAW, setiap sendi ditubuh kita berjumlah 360 sendi yang setiap harinya harus kita beri sedekah sebagai makanannya. Dan kata Nabi SAW, sholat dhuha adalah makanan sendi – sendi tersebut.

“Pada setiap manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya.” Lalu, para sahabat bertanya:” Ya Rasulullah SAW, siapa yang sanggup melakukannya? ” Rasulullah SAW menjelaskan: “Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu ( yang dapat mencelakakan orang ) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka sholat dhuha dua raka’at, dapat menggantikannya” ( H.R. Ahmad bin Hanbal dan Abu Daud )

KEDUA:
Sholat dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan nikmat Allah sepanjang hari yang akan dilalui, entah itu nikmat fisik maupun materi. Rasulullah SAW bersabda, ” Allah berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali kali engkau malas melakukan sholat empat raka’at pada pagi hari, yaitu sholat dhuha, niscaya nanti akan Kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya.” ( H.R. al-Hakim dan at-Tabrani).

Lebih dari itu, momen sholat dhuha merupakan saat dimana kita mengisi kembali semangat hidup baru. Kita berharap semoga hari yang akan kita lalui menjadi hari yang lebih baik dari hari kemarin. Disinilah, ruang kita menanam optimisme hidup. Bahwa kita tidak sendiri menjalani hidup. Ada Sang Maha Rahman yang senantiasa akan menemani kita dalam menjalani hidup sehari-hari.

KETIGA:
Sholat dhuha sebagai pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan (Kiamat) nanti. Hal ini ditegaskan Nabi SAW dalam haditsnya, “Barangsiapa melakukan sholat fajar, kemudian ia tetap duduk ditempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan sholat dhuha sebanyak dua raka’at, niscaya Allah SWT, akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya” (H.R.al-Baihaqi)

KEEMPAT:
Bagi orang yang merutinkan shalat dhuha, niscaya Allah mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah SAW bersabda, “Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).

Bila menilik serangkaian fadilah di atas, cukup beralasan, bila Nabi SAW menghimbau umatnya untuk senantiasa membiasakan diri dengan sholat dhuha ini. Kendati demikian, untuk meraih fadilah tersebut, beberapa tata cara pelaksanaannya, kiranya perlu diperhatikan.

WAKTU SHOLAT DHUHA

Kata dhuha yang mengiringi sholat sunnah ini berarti terbit atau naiknya matahari. Wajar bila sholat ini, kemudian, dilakukan pada pagi hari ketika matahari mulai menampakkan sinarnya. Namun, beberapa ulama fikh berbeda pendapat tentang ketentuan waktunya.

Imam Nawawi di dalam kitab ar-Raudah mengatakan bahwa waktu sholat dhuha itu dimulai, sejak terbitnya matahari, yakni sekitar setinggi lembing (lebih kurang 18 derajat). Sementara Abdul Karim bin Muhammad ar-Rifai, seorang ahli fikih bermazhab Syafi’i berkomentar bahwa sholat itu lebih utama bila dikerjakan saat matahari lebih tinggi dari itu

Ada sebuah hadits yang menentukan perihal dhuha di atas. Zaid bin Arqam meriwayatkan: ” Rasulullah SAW keluar menemui penduduk Quba di saat mereka melaksanakan sholat dhuha, lalu Rasulullah SAW, bersabda : “Sholat dhuha dilakukan apabila anak anak unta telah merasa kepanasan (karena tersengat matahari)” ( H.R. Muslim & Ahmad bin Hanbal).

RAKAAT DHUHA

Sholat dhuha merupakan sholat yang tidak menyusahkan untuk dikerjakan. Sebab, pasalnya sholat dhuha itu menyesuaikan kemampuan dan kesempatan muslim yang hendak mengamalkannya. Poin ini tergambar dengan jelas pada bilangan raka’atnya. Mulai dari 2 raka’at, 4 raka’at, 8 raka’at hingga 12 raka’at. Masing masing raka’at memiliki sandaran hadits Rasulullah SAW, sebagaimana yang penulis singgung di atas.

Sayid Sabiq, ahli fikih dari Mesir, menyimpulkan bahwa batas minimal sholat dhuha itu 2 raka’at sedangkan batas maksimalnya adalah delapan raka’at. Pada ketentuan minimal dapat ditemukan pada hadits riwayat Abu Hurairah. Sementara ketentuan maksimal dapat ditemukan pada hadits fi’li ( perbuatan ) yang diriwayatkan Aisyah,r.q, ” Rasulullah SAW, masuk kerumah saya lalu melakukan sholat dhuha sebanyak delapan raka’at.” ( H.R. Ibnu Hiban )

Bahkan lebih dari itu, menurut ulama mazhab Hanafi jumlah maksimal raka’at sholat dhuha itu enam belas raka’at . Sedang Abu Ja’far Muhammad bin Jarir at-Tabari, pengarang kitab Tafsir Jami al-Bayan, sebagian ulama mazhab Syafi’i dan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berpendapat bahwa tidak ada batas maksimal untuk jumlah raka’at sholat dhuha. Semuanya tergantung pada kemampuan dan kesanggupan orang yang ingin mengerjakannya. Wallahu’alam bil shawab. ( Muaz/Hidayah).

  • Ayo Isi Internet dengan Bahasa Indonesia
  •  

    Desember 2009
    S S R K J S M
    « Feb    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • siapapun yang menginginkan tulisan yang ada di sini silakan Copy paste ajach, ngak perlu ijin dulu. terima kasih pula kepada penulis yang telah aku copy paste dari penjuru dunia untuk kami tayangkan lagi dan untuk kebutuhan kami sendiri, semoga bermanfaat bagi kita semua
  • Tag

    ahli bijak bisnis bisnis oncom cepot Cireng dagang dongeng esai harapan ide pikiran inspirasi inspiratif Jadi Orang Jelema Leutik kaolahan oncom kiprah Kiprah Jelema Leutik kisah sukses masa sulit Mengenal Oncom Mentereng menu oncom mimpi miskin olahan oncom olah singkong oncom oncom bergizi oncom ceuk urang sunda oncom unik pemimpin besar pengusaha sukses resep oncom serba oncom solusi sulit spirit sukses teladan tokoh tokoh inspiratif tukang oncom unik warung nasi oncom warung oncom
  • RSS Jelema Leutik

  • Kategori